Apa anda ingin belanja Hemat?
Sekarang kita dituntut untuk Belanja dengan sangat Hemat dan Bijaksana. Ada artikel menarik yang ditulis oleh Female Kompas.com berikut ulasanya Ada 5 Cara Tepat Belanja Hemat:
Terserah kapan Anda akan membeli, yang pasti dalam satu bulan hanya ada dua kali kesempatan untuk berbelanja pakaian.
KOMPAS.com
- Siapa bilang membeli sampo dalam botol besar lebih hemat dibanding
yang kecil? Yuk, cek dulu mana yang lebih hemat sebelum memutuskan untuk
belanja.
1. Cash vs kartu kreditMembawa
uang tunai secukupnya memang bisa menghindari kita belanja secara
impulsif. Termasuk meninggalkan kartu kredit di rumah bila tidak
diperlukan. Bila cara itu sudah sering kita lakukan, waktunya memilah
kapan harus bayar tunai atau cicilan. Karena membayar
cash tak selalu hemat dan kartu kredit bisa memberi kita diskon berlipat.
Pilih bayar tunai untuk:* Makan.Kartu
kredit memang menjanjikan diskon hingga 50 persen di resto tertentu.
Namun, promo tersebut cenderung membuat kita lebih boros soal makanan.
* Kebutuhan rutin.Baik
transportasi, uang makan, hingga belanja pakaian sebaiknya gunakan uang
Anda sendiri. Pasalnya, kartu kredit bukan "uang tambahan" melainkan
utang yang akan ditagih satu bulan kemudian.
Pilih kartu kredit untuk:* Tiket pesawat dan tiket konser.Dibanding
harus anteri dan berisiko kehabisan, kartu kredit memberi kemudahan
dalam “dunia per-tiket-an”. Tak hanya praktis, banyak kartu kredit yang
bekerja sama dengan perusahaan penerbangan dan promotor musik untuk
memberi diskon atau promo
buy 1 get 1 free.* Transaksi di luar negeri.Baik hotel atau tiket masuk tempat wisata di luar negeri ternyata memiliki harga transaksi
online 30 persen lebih murah dibanding bila kita melakukan transaksi di tempat. Misalnya, harga tiket
online Universal Studio sekitar Rp 470.000, sedang bila kita membeli di lokasi bisa sampai Rp 750.000. Hemat kan?
* Gadget dan barang elektronik.Saat
jumlah tabungan tak mencukupi untuk membeli tablet impian, sedang gaji
juga pas-pasan, cicilan dengan bunga nol persel bisa menjadi cara mudah
yang tak terlalu menguras kantong.
2. Dine in vs deliveryBila membeli dalam jumlah banyak, untuk acara kantor atau pesta keluarga misalnya, membeli makanan dengan cara
delivery order terbukti
lebih praktis dibanding harus mengeluarkan biaya bensin atau taksi
untuk membeli langsung. Namun, bila hanya untuk konsumsi pribadi, saat
malas keluar makan siang misalnya, cara ini bisa membuat kita lebih
boros karena akan dikenakan biaya antar atau minimum pembelian.
3. Kemasan besar vs kemasan kecilPercaya atau tidak, membeli sabun atau
body lotion
ukuran kecil akan lebih hemat dibanding membeli ukuran besar. Pasalnya,
beberapa peneliti menemukan, hemat atau tidaknya tak melulu ditentukan
oleh harga, namun pemakaian kita sendiri.
Saat kita melihat
kemasan besar, secara psikologis kita akan merasa kalau persediaan masih
banyak. Tanpa sadar, perasaan itu membuat pemakaian
lotion
atau sabun juga lebih banyak sehingga cepat habis. Sedang kemasan kecil
membuat kita lebih irit karena melihat jumlah yang sedikit. Ini juga
berlaku dalam porsi makanan. Menurut penelitian, membeli makanan atau
camilan dalam ukuran besar justru membuat kita makan 44 persen lebih
banyak.
4. Belanja harian vs bulananMenyisihkan
uang belanja di awal bulan memang menjadi solusi tepat agar pengeluaran
tak melambung akibat belanja tidak penting. Misalnya, bila gaji
perbulan Rp 5 juta, kita bisa menyisihkan 20 persen untuk belanja.
Artinya, hanya Rp 1 juta yang boleh kita gunakan, tidak lebih.
Selanjutnya, tentukan barang apa saja yang sebaiknya dibeli secara
bulanan atau harian.
Produk yang dipakai rutin, seperti sabun,
sampo, sabun cuci, atau pasta gigi sebaiknya dibeli secara berkala,
yaitu tiap kali persediaan habis. Pasalnya, banyak dari kita yang
ternyata menghabiskan uang untuk "memborong" dalam jumlah banyak namun
akhirnya menumpuk.
Bahan makanan segar, seperti daging, sayur,
dan buah sebaiknya dibeli secara harian atau saat kita membutuhkannya.
Misalnya, keinginan diet membuat perempuan cenderung "memenuhi" kulkas
dengan stok buah. Padahal, buah hanya bisa bertahan segara selama 3
hari. Alhasil, karena tidak sepat memakannya, buah terpaksa dibuang
karena tidak lagi segar.
Lain halnya dengan pakaian. Lakukan
secara bulanan agar hasrat membeli baju baru bisa ditahan. Misalnya,
buatlah janji pada diri sendiri kalau Anda hanya boleh membeli dua
potong pakaian dalam satu bulan. Terserah kapan Anda akan membeli, yang
pasti dalam satu bulan hanya ada dua kali kesempatan untuk membelinya.
5. Belanja langsung vs online shoppingBaik belanja langsung di mal atau menggunakan jasa
online shop, keduanya memiliki nilai plus dan minus. Agar tak kecewa, lakukan:
* Sebelum membeli, pastikan toko
online yang kita kunjungi memiliki riwayat yang baik, entah kualitas barang atau kredibilitas penjual.
* Untuk membeli pakaian atau tas, toko
online bisa menghemat waktu, tenaga, dan ongkos. Mintalah informasi lengkap tentang bahan, ukuran, serta garansi bila ada cacat produk.
Untuk sepatu, barang elektronik, atau
gadget disarankan untuk membelinya langsung. Tak seperti pakaian yang masih bisa dimodifikasi bila tak sesuai harapan,
"sepatu online" yang tak nyaman atau
gadget dengan cacat produk, akan lebih menguras waktu, tenaga, dan biaya dibanding membelinya langsung.
Reposted: belanjabareng.com
Source: http://female.kompas.com/read/2012/05/04/08221053/5.cara.tepat.belanja.hemat